Monday, June 3, 2013

Tolak Kenaikan BBM, PKS Dinilai Lucu

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ngotot menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak bisa dipahami.

"Akhirnya ada kesan PKS hanya memikirkan kepentingan politik semata," kata Andrinof, Senin 3 Juni 2013. "Ini lucu karena PKS yang biasanya cerdas-cerdas kok sekarang ingin memberi pendidikan masyarakat yang tidak baik," katanya.

Meski mendukung kenaikan BBM, Andrinof mengimbau pemerintah tidak menaikkan harga terlalu drastis. Dia minta kenaikan harga bensin tak perlu sampai 30 persen.

"Cukup 15 persen saja. Kalau tidak terlalu tinggi naiknya, masyarakat akan menerima," kata Andrinof lagi. Kenaikan 15 persen saja, kata dia, tidak perlu dikonpensasi dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

"Jadi lebih baik naikkan sedikit, perkuat daya beli, setelah satu tahun naik lagi. Ini akan membuat masyarakat meningkatkan kemampuan ekonominya secara bertahap," ujarnya.
 
MARTHA THERTINA


Berita Terpopuler:
Wakil Menteri Pendidikan Wiendu Diduga Korupsi 

9 Skenario Kiamat Versi Ilmuwan

3 Menteri Terbaik Ini Bukan dari Parpol 

Begini Perubahan Lalu Lintas di Tanah Abang

Tito Kei Ditembak, Ini Jawaban Hercules 







ifttt
Put the internet to work for you. via Personal Recipe 3011197

No comments:

Post a Comment